Membuat Website Yang Baik dan Mudah Dibuka

Halo Sahabat,

Pada tulisan kali ini, saya mau men-share mengenai membuat website yang baik dan  mudah dibuka. Sebelumnya, apakah sahabat sudah tahu apa itu website ? arti sederhananya, Website adalah suatu halaman yang dibuka menggunakan internet.  Website merupakan sesuatu hal yang tidak asing untuk saat ini. Hampir setiap orang mengetahui website yang mau dibuka. Salah satu contoh website yang terkenal dan mungkin kita sering buka yaitu seperti google.com, facebook.com, kaskus.com, tokopedia.com dan sebagainya.

Website mempunyai beberepa jenis sesuai tujuannya dibuatnya. Ada 10 tipe website berdasarkan xislegraphix.com yaitu :

  1. Personal Websites (Website pribadi) ,  contohnya : KokoJames 🙂
  2. Photo Sharing Websites (website berbagi foto) contohnya : Flickr, Google’s Picasa
  3. Writers / Authors Websites (website untuk penulis/pengarang), contohnya:  Facebook, twitter
  4. Community Building Websites (website untuk komunitas) contohnya: FacebookLinkedinKaskus
  5. Mobile Device Websites (website untuk mobile)
  6. Blogs   contohnya : Blogger, WordPressKokoJames 🙂
  7. Informational Websites (website memberikan informasi) contohnya : Wikipedia
  8. Online Business Brochure/Catalog (website untuk melihat katalog/brosur)
  9. Directory Websites (website mencari direktori) contohnya Google , Bing
  10. E-commerce Websites (website untuk menjual barang/jasa) contohnya Ebay, Tokopedia

Website – website yang terkenal biasanya sudah dibuat agar menjadi website yang baik dan mudah dibuka oleh penggunanya. Hal ini penting buat pengalaman pengguna (user experience) dalam menjelajah (browsing) seluruh isi website. Jika pengguna merasakan lama ketika pertama kali masuk website, biasanya kesan pertama dari pengguna akan websitemen-“cap” seluruh isi website lama. Jika website terlalu ribet/membingungkan pengguna, maka pengguna tidak akan melanjutkan browsing website lebih dalam. Pengalaman ini penting untuk website untuk berbisnis atau website yang sering dikunjungi pengguna setiap harinya.  Untuk membuat website yang baik dan mudah dibuka perlu sistem IT baik banyak variabel yang mempengaruhi seperti dari hardware server, lokasi server, logika bahasa pemograman, jaringan yang cepat, dan lain-lain.

Lalu, Bagaimana kita dapat menentukan sebuah website apakah baik dan mudah dibuka? Saya akan membantu sahabat sekalian untuk memberikan beberapa kriteria dasar menentukan sebuah website baik dan mudah dibuka. oh ya agar sahabat tidak bingung, pengertian baik disini adalah website yang memiliki struktur dan tampilan yang baik.  Oke, saya lanjutkan mengenai kriteria tersebut adalah :
1. Usability
Usability adalah suatu cara yang ditemukan pengguna untuk menggunakan website tersebut dengan efektif (doing things right ). Usability memiliki 5 karakteristik :

  • Mudah untuk dipelajari
  • Efisien untuk digunakan
  • Mudah untuk diingat
  • Tingkat frekuensi kesalahan
  • Tingkat kepuasan pemakai

Karakteristik yang telah ditentukan akan sangat sulit kita terapkan 100%, apalagi kalau sudah menyangkut kepentingan pengunjung, tetapi paling tidak bisa menjadi acuan yang membantu kita untuk merancang layout suatu website, agar website tersebut :

  • Mudah dipelajari penggunaannya oleh pengunjung
  • Mudah diingat dan digunakan navigasinya oleh pengunjung
  • Dapat digunakan secara efisien
  • Memperkecil tingkat kesalahan pemakaian oleh pengunjung dalam mengoperasionalkan web
  • Memuaskan pengunjung hingga akhirnya tertarik untuk kembali lagi

2. Sistem navigasi
webnavigationNavigasi yang mudah dipahami oleh pengunjung secara keseluruhan. Navigasi website tidak membuat bingung pengunjung, dapat membantu memberikan informasi yang sesuai dan diinginkan, dan ada memberikan link cepat untuk ke halaman utama. Sebuah website yang baik adalah pengguna dapat menemukan isi yang diinginkan dengan maksimal 3-4 kali klik link website.

3. Graphic Design/tampilan
Penggunaan grafis, layout, warna, bentuk maupun typografi (jenis font) yang menarik visual pengunjung untuk menjelajahi website. Penggunaan tampilan berdasarkan dari tujuan website tersebut. misalnya penggunaan warna biru atau silver untuk website bersifat teknologi.

4. Content
contentiskingPengunjung mengunjungi suatu website mempunyai tujuan untuk menemukan sesuatu hal yang berguna bagi dirinya. “Sesuatu hal” ini merupakan isi/konten website tersebut. Semakin konten website banyak informasi berguna dan mudah diserap pengunjung, maka website itu akan sering dibuka oleh pengunjung tersebut.  Untuk membuat konten yang baik disesuaikan dengan kebutuhan. Apabila website tersebut untuk menulis ada baiknya disetiap tulisan diberikan gambar yang menarik dan hindari penggunaan video/lagu kecuali dibutuhkan. Tetapi, Jika website tersebut untuk  menunjukkan sesuatu/presentasi/demo masak akan lebih mudah jika dengan video.ada suatu tag line mengenai  Isi/konten yang bermanfaat yaitu “Content is king , but without good design , Content is a naked king”, kecuali website tersebut adalah website eksperimental/show off.

5. Kompatibilitas
Seberapa luas sebuah website didukung kompabilitas peralatan yang ada, misalnya dapat dibuka dengan berbagai jenis browser terkenal dengan berbagai plug-in nya (Internet Explorer, Mozilla, Google Chrome, Opera, Safari)

6. Loading time
fastwebWaktu panggil (loading time), walaupun ada banyak faktor yang akan mempengaruhi waktu panggil (loading time) website yang akan kita buka, diantaranya: besar bandwith/koneksi pengakses, kondisi webserver pada saat diakses, aplikasi yang digunakan dalam membangun website, dan sebagainya. Anda memiliki waktu 8 detik pertama untuk meyakinkan pengunjung untuk meneruskan menjelajahi website anda atau menutup browser dan pergi ke website lain. Oleh karena itu, letakkan “sesuatu” di 8 detik pertama tersebut yang bisa menarik perhatian pengunjung. Kuncinya adalah ukuran sebuah halaman web tanpa gambar adalah kurang lebih 100 kb, hindari menggunakan gambar resolusi besar di halaman utama, serta jangan menggunakan animasi/lagu/video di halaman pertama.

7. Functionality
Ini akan melibatkan programmer dalam membuat bahasa pemograman, misal PHP(Hypertext Preprocessor), ASP (Active Server Pages), Java, dan sebagainya , untuk menciptakan sebuah website yang dinamis, interaktif dan “hidup” yang bisa mengajak pengunjung berkomunikasi secara langsung. Seberapa baik sebuah website bekerja dari aspek teknologikalnya. Satu hal lagi aspek yang tidak boleh kita lupakan adalah accesibility, yaitu memaksimalkan penggunaan sebuah content ketika satu/lebih indera kita dimatikan/dikurangi (khususnya mata), ingat bahwa mungkin saja pengunjung website kita adalah orang yang memiliki kekurangan secara fisik (Accesibility Checklist Recomendationnya W3C – standar coding website  ).

Lalu, bagaimana seandainya kita ingin membuat website atas nama kita sendiri ? Di artikel berikutnya akan saya membahas mengenai pertanyaan ini. Nantikan untuk posting berikutnya ya, sahabat 🙂

Share Button

Leave a Comment