Tidak terasa sudah di pengujung tahun 2009..
Sudah kita lalui 1 tahun ini dengan melakukan yang terbaik
www.Kokojames.com memberi
selamat Hari Natal 2009

bagi umat yang merayakan nya.
Semoga damai Kristus ada di hati anda semua dan Rukun bersama
serta Jaya Indonesia kita..
kokojames.com pun juga akan sedikit melakukan posting pada bulan ini dikarenakan banyaknya tugas untuk perayaan di gereja
salam semua untuk para sahabat kokojames.com
Putusan Mahkamah Agung yang memenangkan orangtua siswa yang gagal Ujian Negara (UN) sepertinya tidak mengubah apapun. UN tetap dilaksanakan dan hal tersebut tidak perlu diperdebatkan demikian ungkap Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh.
“Yang memperdebatkan UN itu bagaikan atlet yang belum siap bertanding. Lalu kapan kita bisa maju,” demikian ungkap Mendiknas saat di Pekanbaru, Riau.
Menurut Mendiknas menghentikan UN bukan solusi untuk memajukan pendidikan diIndonesia. Saat ini Mendiknas sendiri lebih berfokus membangun infrastruktur, salah satunya adalah perampungan program sambungan internet untuk 17.500 sekolah di Indonesia.
Ahmad Yusuf, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Subang, Jawa Barat berpendapat senada, namun menggaris bawahi bahwa UN diperlukan hanya sebatas standar mutu, bukan sebagai komponen penentu kenaikan atau kelulusan siswa.
“Saya rasa pihak sekolah yang layak menyatakan kelulusan siswa didiknya dengan dasar penilaian seluruh aspek seperti aspek kognitif, afektif serta psikomotor sehingga tidak terjadi pengkebirian penilaian potensi seorang siswa dari aspek lainnya,” demikian tambah Ahmad Yusuf.
Tidak digubrisnya putusan tentang Ujian Nasional oleh pemerintah membuat masyarakat bertanya-tanya apakah putusan Mahkamah Agung tidak cukup kuat untuk membuat pemerintah berpikir ulang tentang sistem pendidikan nasional. Sekolah seyogyanya mencerdaskan anak bangsa dengan mengembangkan potensi mereka, jika ada sistem yang tidak efektif dan malah membunuh potensi para siswa maka sudah sepatutnya untuk menilai ulang sistem yang ada.
Sumber : Antara News
Ujian Nasional yang selama beberapa tahun ini menjadi masalah dalam dunia pendidikan di Indonesia sepertinya masih menemui jalan buntu. Bila dulu banyak suara dari kalangan masyarakat yang mengatakan UN dihapuskan, kali ini ketika Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan keputusan agar itu dihapus dan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah, kalangan guru yang memprotes.
Secara garis besar, alasan para pengajar di sekolah-sekolah tersebut pun hampir sama yakni mereka tidak memiliki tolok ukur lagi tingkat kemampuan para anak didiknya. Oleh karena itu, sebaiknya UN tetaplah diselenggarakan, namun untuk menentukan kelulusan atau tidak siswa itu sebaiknya diserahkan kepada pihak masing-masing sekolah.
Walaupun begitu, pihak sekolah mengakui bahwa belum ada surat edar dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengenai penyelenggaraan UN yang akan dihapus.
Permasalahan pendidikan di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Masalah UN adalah satu diantara banyak hal yang harus dibenahi oleh pemerintah saat ini. Pertanyaannya sekarang, apakah kita harus tetap optimis dengan pendidikan di negeri ini bisa maju dan bermimpi sekolah-sekolah di Indonesia dapat bersaing dengan pendidikan luar negeri lainnya? Pertanyaan yang sepertinya mudah dijawab, tetapi sangat sulit bila melihat kenyataan yang ada.
Sumber : Kompas.com/bm
Sekarang menurut Sahabat, apakah setuju atau tidak UN ditiadakan mengingat kondisi pendidikan di Tanah air kita?
Give your opinions..
Untuk direnungkan…..
Pernah ga Sahabat yg merasa bahwa Penghasilan Guru lebih KECIL dibandingkan dengan Penghasilan yg Lain ya ?
Seperti hal Pejabat or Anggota MPR dan DPR.
Mungkin di Benak Sahabat terbayang bagaimana Pemerintah memperhatikan dan menyejahterakan Guru di Indonesia dengan cara seperti apa.
bayangkan saja Seorang Guru yang telah mengabdi berpuluh – puluh tahun untuk mencerdaskan anak – anak Bangsa agar anak tersebut bsa memajukan Bangsa, masih ada saja yg blum merasakan Kesejahteraan menjadi seorang Guru.
Bandingkan saja dengan Pejabat or Anggota MPR n DPR yg ditiap pergantian Anggota pasti ada saja yg Menjadi Pro n Kontra dengan diberi sesuatu Kenangan yg mungkin nilai ya berpuluh – puluh kali lipat dibandingkan Penghasilan Guru.
Dan juga setiap Pejabat or Anggota MPR n DPR yg telah diangkat menjadi Anggota diberi Fasilitas yg mungkin busa dibilang Luar Biasa. Bayangkan sja Rumah yg Mewah, Mobil Mewah, dsb.
Menurut sahabat,
apakah itu yg bisa dibilang Guru sudah Sejahtera?
SUDAH PASTI TIDAK ….
Apakah diHari Guru ini para Guru mendapat lebih merasakan Kesejahteraan dibandingkan sebelum – sebelum ya?
tentu Patut menjadi suatu Hal yg perlu diPertanyakan.
buat Sahabat yg merasa bahwa Penghasilan Guru lebih Kecil dibandingkan dengan Penghasilan yg Lain.
Silahkan memberikan Bentuk Protes terhadap Kesejahteraan Guru disini sbagai wujud Bentuk Sodilaritas atas nasib guru.
Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Mari kita memikirkan Nasib n Kesejahteraan Guru yg tlah mengajarkan qta berbagai macam hal dengan pnuh pengorbanan n tak knal lelah.
tnpa merka qta tdak bkal bsa jdi sperti ini.
Komentar Baru