Short Trip To Pahawang Island, Lampung – Part 1

halo sahabat,

Pada postingan kali ini, saya mau menshare tentang salah satu keindahan pantai di Indonesia yaitu Pulau Pahawang dan sekitarnya. Pulau Pahawang masuk dalam wilayah Lampung , Sumatera. 

Perjalanan ke Pulau dilakukan bersama teman-teman dan dilakukan selama 2 hari 1 malam. Perjalanan kali ini lebih bersifat backpackeran dan low budget. Kami juga menggunakan angkot selama perjalanan dan dibantu dengan Mas Reza dan Mba Dinda dari tim AWP group. Total Biaya perjalanan secara keseluruhan sekitar Rp 700.000/ orang. dimana biaya tersebut sudah termasuk Grab Car PP Terminal Kalideres, PP Bus Merak, PP Kapal Ferry, PP bus ke Dermaga ketapang,  biaya perahu keliling Pulau, Homestay, makan pagi-siang-malam, api unggun, snack dan obat-obatan grup.

 

Hari Pertama  (12 Agustus 2016)

1. Terminal Kali Deres, Jakarta (Meeting Point 1)

Pukul 21.00 kami berkumpul di Terminal Kali Deres Jakarta dan bersiap untuk menuju Merak menggunakan bus Arimbi seharga Rp 26.000/orang + Rp 1.000/biaya terminal. Perjalanan ke Merak menggunakan bus Arimbi memakan waktu sekitar 3 jam. Bus Arimbi dilengkapi dengan Full AC dan WC minimalis dibangku paling belakang. Saya tidak sarankan duduk didekat WC karena biasanya banyak orang yang merokok disana. Bus ini  melewati rute cikokol untuk masuk ke Tol Jakarta – Merak, Kemudian keluar Serang Timur, lalu keluar lagi Cilegon Timur untuk mencari penumpang dan dari Cilegon timur melewati jalur biasa untuk ke Merak. Selama perjalanan, Bus tidak terlalu penuh sehingga berasa seperti Private Bus.

 

Hari kedua (13 Agustus 2016)

2. Pelabuhan Merak (Meeting Point dengan tim AWP)

pelabuhanmerak2Pukul 00.30, saya tim tiba di terminal Merak dan langsung menuju meeting point kami di Alfa Mart Pelabuhan Merak. Sahabat perlu hati-hati di terminal Merak ini karena banyak info yang memberitahukan mengenai penipuan jalan masuk bagi orang yang pertama kali datang ke Merak sehingga mereka memaksa menggunakan ojek. Padahal jarak antara terminal dan Pelabuhan hanya 15 menit jika berjalan kaki.

 

pelabuhanmerakMeeting poin kami dekat Alfa mart yang sebelah nya adalah pembelian tiket kapal. Pelabuhan buka 24 jam. Harga tiket adalah Rp 13.000/orang. Dalam Pembelian tiket, sahabat diminta untuk menunjukkan Kartu identitas seperti SIM/KTP/kartu Pelajar/passport. Hal ini untuk menghindari calo. Tim dari AWP grup sudah menunggu kami dan membantu dalam mengurus tiket kapal. Sementara menunggu, saya dan teman-teman belanja di alfa untuk keperluan.

 

ferryPukul 01.15, Kami masuk ke kapal Fery. Kapal Fery sendiri ada yang bagus (baca post : Short Trip to Lampung Island Part 2 ) atau biasa aja, Kapal Fery yang Biasa ada 2 jenis ruang  penumpang yaitu kelas Ekonomi dan kelas Eksekutif (ruangan full ac dan sofa). Untuk menikmati kelas Eksekutif ini diperlukan tambahan Rp 15.000/orang. Di kelas ekonomi, sahabat dapat menikmati secara lesehan dengan tikar atau duduk di dalam/luar ruangan. Jika sahabat ketemu Fery yang biasa dan pergi pada subuh, Saya sarankan sahabat mengambil kelas eksekutif atau lesehan dengan jaket agar bisa tidur selama penyebrangan ke Lampung yang memakan waktu 3 jam

 

3. Pelabuhan Bakauheni Lampung

 busPukul 04.30, Kami mendarat di Pelabuhan Bakauheni Lampung. Suasana subuh saat itu terasa panas dan lembab. Hal ini mungkin karena angin laut. Kami bergegas naik Mini-Bus yang sudah disiapkan tim AWP untuk melanjutkan perjalanan ke Dermaga Ketapang. Perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni ke Dermaga Ketapang memerlukan waktu 3 jam. Sepanjang perjalanan suasana masih gelap, banyak truk angkut barang, dan jalanan banyak yang berlubang, kami melewati pegunungan dari pelabuhan untuk sampai ke Dermaga Ketapang, Karena waktu tidur yang kurang selama di kapal, maka hampir semua teman-temanku tertidur waktu di bus. Ketika matahari sudah terbit, pemandangan selama perjalanan Dermaga Ketapang sungguh luar biasa. Saya melihat pegunungan dan lautan secara bersamaan. Sungguh pemandangan yang luar biasa Indah sekali.

4. Dermaga Ketapang Lampung 

dermagaketapang2Pukul 08.00, kami tiba di Dermaga ketapang. Dermaga ini merupakan tempat untuk menyebrangkan kami ke pulau tujuan kami yaitu Pulau Pahawang. Dermaga ketapang banyak ditinggali penduduk yang mayoritas sebagai nelayan dan pengantar pengunjung ke Pulau. Pada hari itu, dermaga ini sangat full sekali dengan mobil-mobil Jakarta yang parkir untuk menyebrang.

 

dermagaketapangSesampai di dermaga, kami dibawa ke tempat makan pagi. Menu pagi hari ini adalah Nasi Uduk, mie goreng, ayam, sambel, dan kerupuk ketoprak (salah satu kerupuk favorit saya). Menu pagi itu lumayan enak dan cukup terasa bumbunya. Selesai makan, kami siap-siap untuk menyebrang dengan 2 kapal nelayan sedang. Tetapi, Sebelum itu kami foto bersama di Dermaga tersebut. 

 

laut1Selama perjalanan, saya merasakan suasana pantai yang bersih sekali dan tidak berbau amis (tidak seperti di salah satu pulau di Jakarta). Selain itu, Pemandangan dari pengunungan di sekitar Pulau membuat suasana perjalanan jadi luar biasa. Setengah perjalanan, kami sudah kebasahan karena ombak yang cukup kencang. Target lokasi awal adalah tempat Snorkeling yang pertama yaitu di Tanjung Putus. 

 

 

5. Tanjung Putus.

tanjung putus.Pukul 10.00 kami tiba di Tanjung Putus. Tanjung Putus adalah tempat pertama yang dikunjungi sebagai awal lokasi trip to Pahawang ini. Tanjung Putus memiliki karang yang bagus dan indah. Tempat inilah menjadi tempat snorkeling pertama kami. Untuk Snorkeling, kami diminta untuk menggunakan Life Guard (alat apung) dan kacamata renang. Selain itu, persiapan kamera air sudah siap untuk foto – foto di area ini. Kedalaman laut kurang lebih 4 -5 meter.

Pada saat itu, ada juga wisatawan lain yang snorkling ditempat itu tetapi tidak seramai pada biasanya di hari weekend menurut nelayan yang mengantar kami ke tempat tersebut. Kami Snorkling selama 45 menit dan melanjutkan perjalan ke tempat selanjutnya

 

6. Taman Nemo (Tempat penangkaran Ikan Nemo)

nemo1.Pukul 11.00 kami tiba di Lokasi yang kedua yaitu Taman Nemo (Tempat penangkaran Ikan Nemo). Di lokasi kedua itu, terlihat banyak sekali wisatawan dan bahkan jumlahnya lebih banyak dari tempat yang pertama. Di Lokasi ini, kami snorkling lagi dan melihat ikan nemo dengan menggunakan kamera. Di dalam air, kami melihat tulisan “welcome to taman Nemo” dan “Pulau Pahawang Wisata ku”. Kedalaman air sekitar 4 – 7 Meter. Di lokasi ini, kami banyak menghabiskan waktu untuk foto dan ambil video. Sayang sekali, Disaat momen ini kamera ku kehabisan baterai. Kami menghabiskan waktu selama 1 jam lalu kemudian pergi ke homestay kami. 

 

7. Pulau Pahawang Besar (Homestay)

.
.

Pukul 13.20, Kami tiba di Pulau Pahawang Besar. Pulau ini merupakan tempat tinggal kami sementara selama kami berekreasi di sekitar Pulau Pahawang ini. Kami mendapat rumah di salah satu rumah penduduk yang disewakan kepada kami. Lokasinya tidak terlalu jauh dari tepi Pantai. Di sini, kami hanya meletakkan barang terlebih dahulu kemudian bergegas untuk makan siang. Lokasi tempat makan siang kami hanya sekitar 20 meter dari homestay kami. Tempat makannya pas sekali di tepi pantai. Menu makan  siangnya adalah nasi, ikan balado, sayur asem, sambel, dan kerupuk(kerupuk yang sama seperti makan pagi). Selain itu, saya juga membeli kelapa muda seharga Rp 10.000/buah. Harga tersebut cukup terjangkau bagi wisatawan. Setelah makan siang, kami foto-foto sebentar si sekitar pantai dan kemudian melanjutkan jalan-jalan ke pulau lain. Sangat direkomendasikan untuk menginap di Pulau Pahawang Besar daripada di pulau-pulau lain di sekitar pahawang.

 

8. Pulau Loe (the Island with quietness)

 loe2 Pukul 15.00 kami tiba di Pulau Loe. Pulau ini merupakan pulau alternatif selain Pulau balak yang menjadi tujuan asli kami. Hal ini dikarenakan Pulau Balak tidak sebagus dahulu lagi berdasarkan info dari Pak Lipin (nelayan yang mengantar kami). Pulau Loe memiliki pasir yang putih dan halus sekali. Tempatnya belum terjamah sama sekali . Di Pulau ini hanya di tempati oleh 2 Kepala keluarga selama 28 tahun, ya 28 tahun hanya 2 keluarga saja. Pulau Loe sebenarnya adalah milik seseorang pengusaha yang sekarang bekerja di Jakarta dan dia menitipkan pulau nya tersebut kepada juru pulau ini. 

loe1Pulau Loe benar-benar bagus sekali. Di depan dan Di sebelah kiri pulau terlihat Pulau besar di seberangnya. Sepanjang pulau berasa lembut sekali pasirnya dan Pulau ini juga memiliki pegunungan di belakangnya. Kami sangat puas foto-foto dan berekspresi di Pulau ini tanpa diganggu oleh wisatawan lain. Benar – benar berasa seperti pulau pribadi. hehe. Suasana di Pulau Loe makin berasa keindahannya ketika awan mendung datang. Pemandangan awan mendung dan hujan membuat makin keren pemandangan di pulau ini. Sangat disayangkan kamera saya tidak dapat digunakan.

loe3.Sebenarnya kami ada 1 tempat lagi untuk melakukan snorkling kalau tidak salah di Pulau Pahawang kecil. Lokasi tersebut tidak jauh dari Pulau Loe. Tetapi kami memilih menghabiskan banyak waktu di Pulau ini dan tidak jadi snorkling lagi.  Hujan tidak henti-henti turun sehingga  kami memutuskan untuk melanjutkan ke lokasi berikutnya yang dekat . 

 

 

 

9. Pasir Timbul

  pasirtimbul1Lokasi terakhir kami sebelum kembali ke Homestay adalah pasir Timbul dan kami tiba sekitar pukul 17.00. Lokasi pasir timbul hanya sekitar 15 menit dari Pulau Pahawang besar. Pasir timbul adalah sebuah pantai berpasir yang menghubungkan 2 pulau dan timbul sebelum pentang tetapi ketika malam maka pasir ini tidak kelihatan lagi. Menurut Keterangan Pak Lipin, Lokasi Pasir Timbul bersebelahan dengan suatu pulau yang termasuk kedalam zona privasi, artinya pasir timbul sebenarnya tidak boleh dimasuki oleh sembarangan orang. Hal ini bisa terjadi jika pemilik pulau private tersebut datang, maka untuk menjajaki kaki ke Pasir Timbul tidak akan diberikan. Puji Tuhan,  pada saat itu pemilik pulau tidak ada sehingga kami diperbolehkan untuk menginjak di Pasir timbul.

pasir timbulDi tempat berhenti perahu, Pasirnya terasa sakit dikaki karena banyak karang-karang kecil tetapi semakin ke arah tengah bentuk pasirnya menjadi sedikit lebih lembut. Kami seperti berjalan diantara 2 laut yang terbelah dengan sebuah pantai. Pemandangan di Pasir timbul benar – benar luar biasa indahnya.  Walaupun sebelumnya mendung dan kami tidak yakin dapat melihat sunset. Ternyata, Tuhan sangat baik dengna memberikan sedikit kecerahan awan untuk melihat sunset diantara 2 celah gunung ditepi laut. Puji Tuhan. Karena langit sudah mulai gelap dan air sudah mulai meninggi, kami segera kembali ke Pulau Homestay kami.

 

10. Pulau Pahawang Besar (Dinner and Enjoy the Night)

pahawanghomestayKembali ke Pulau Pahawang Besar, kami segera beres dan mempersiapkan diri untuk makan malam. Di tempat ini, kami disediakan 5 kamar mandi yang dipakai oleh grup kami dan tetangga kami. Sehingga kami bergantian dalam menggunakannya. Selain itu, listrik sudah nyala dan saatnya kami mencharge device(HP dan kamera) kami secara berjamaah.hehe. 

 

pahawangmalam1Ditengah persiapan kami, ada ibu penjaja pisang goreng , bakwan, dan roti coklat. Harga dari masing-masing snack ini adalah Rp 2.000/buah. Bagi kami harga segitu sudah cukup murah tetapi sebenarnya harga pisang goreng dan bakwan jika dibeli diwarung adalah Rp 1.000/buah. Sungguh mudah dan nikmat sekali karena Harga sudah murah, Pisang gorengnya besar dan manis ditambah lagi menikmati makan di pinggir pantai yang bersih. Enak sekali berlibur ditempat ini.

pahawangmalam2Pukul 19.30 kami sudah seles  ai dan segera siap makan malam. Lokasi makan malam sama seperti makan siang. Menu Makan Malamnya adalah Nasi, Ayam balado, sup, dan kerupuk (Kerupuk selalu ada.yeah,.). Saya dan teman-teman memesan lagi Kelapa muda. Sebagai info dari Teman saya Adi S. bahwa tidak disarankan untuk mengkonsumsi kelapa muda lebih dari 1 buah dalam sehari karena dapat menyebabkan dengkul kaki menjadi lemah.hehe

pahawangmalam3Setelah makan malam, saya dan beberapa teman ada yang foto-foto light painting di pinggir pantai, ada juga yang main uno card di tempat makan, menikmati api unggun, beberapa keliling pantai, serta ada yang tidur di homestay. Setelah selesai, bermain Foto painting, saya dan beberapa teman ikutan maik uno card sambil menikmati indomie hangat + telur seharga Rp 10.000/porsi. Pukul 21.30 kami kembali ke Homestay untuk istirahat malam.

 

 

Hari Pertama bermain di sekitar pulau pahawang sudah selesai. What a great beach in Indonesia.

Share Button

Leave a Comment